Berita

  • BBRSBG “KARTINI” Temanggung Mengantar Lulusan Menuju Kemandirian
    Wednesday, 07 December 2016

    Oleh Yuyun Rahayu

    Pada Selasa, 6 Desember 2016 BBRSBG “KARTINI”  Temanggung mengadakan kegiatan PARENTS TRAINING DAN PENYALURAN PM tahun 2016. Pelaksanaan kegiatan di aula BBRSBG “KARTINI” Temanggung, dengan menyalurkan (meluluskan) sejumlah 43 orang PM  setelah mengikuti program Rehabilitasi Sosial selama 4 tahun. Kegiatan siang itu dimulai dengan sambutan dari ketua Panitia kegiatan yaitu bapak Drs. Basuki Suharsono kemudian dilanjutkan dengan materi dari kepala balai ibu Dra. Murhardjani, MP beliau menyampaikan materi tentang “Kebijakan Program Pasca Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Intelektual di BBRSBG “KARTINI “ Temanggung”.


     

     
       
     

    Dari beberapa hal yang disampaikan ibu kepala ada hal yang perlu diperhatikan yaitu mengenai program BBRSBG yang dilandasi oleh UU yang berlaku yaitu UU no. 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial  dan UU no. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Program yang dulu berlandaskan pada sistem belas kasihan berubah paradigma menjadi pemenuhan hak yang sama bagi para penyandang disabilitas khususnya disabilitas intelektual. kemudian dalam hal ini beliau juga menyampaikan bahwa BBRSBG “KARTINI” Temanggung memiliki harapan, baik harapan dari lembaga itu sendiri yaitu berusaha mengantar PM ( penyandang disabilitas ) menuju kemandirian, kemudian harapan keluarga dimana keluarga diharapkan mampu mewujudkan kemandirian bagi penyandang disabilitas khususnya disabilitas intelektual, lalu yang terakhir adalah harapan bagi orang tua diharapkan agar orang tua mampu menjadi care giver permanent yang baik bagi anaknya.

    Materi selanjutnya yaitu dari Ir.Nurhadi, yang menyampaikan materi tentang “PERAN ORANG TUA DALAM MENGOPTIMALKAN KEMAMPUAN ANAK” beliau menekankan pada komitmen dan tanggung jawab orang tua dalam hal membina dan mendidik penyandang disabilitas, cinta pada anak adalah hal utama yang paling dasar dalam memberikan perhatian yang tulus serta berusaha bekerjasama dan saling berkoordinasi dengan anggota keluarga lain dan masyarakat dalam hal menempatkan peran si anak baik di dalam rumah, keluarga ataupun di masyarakat sekitar. Selalu memberikan pendampingan yang baik sebagai bekal kemandirian dan kebahagiaan bagi si anak di kehidupannya kelak. Berusaha memfasilitasi kegiatan sebatas yang bisa dilakukan oleh si anak atau  sesuai dengan kemampuannya. Cinta, komitmen, kerjasama, keikhlasan dan ketulusan orang tua dan keluarga mendampingi anak penyandang disabilitas intelektual adalah kunci utama untuk menuju kemandirian.

    Terakhir materi disampaikan oleh ibu Suryanti, dengan tema “PENDAMPINGAN PM OLEH ORANG TUA DALAM KEMANDIRIAN ANAK”. dalam materinya beliau menyampaikan bahwa untuk memperhatikan dan mengawasi perkembangan PM dengan baik, jangan sampai abaikan keberadaan mereka, perankan mereka dengan baik dimanapun mereka berada karena mereka memiliki hak yang sama juga dengan kita. Jaga mereka dengan baik jangan selalu dimarahi karena akan berefek buruk bagi kepercayaan diri dan perkembangan kondisi psikologis mereka.

    Acara terakhir ditutup dengan penampilan seni tari dari penyandang disabilitas yang salur atau yang lulus tahun 2016 ini. Sekitar 43 anak yang lulus berpartisipasi dalam penampilan pentas seni malam ini. Berbagai sajian tari mulai dari tarian tradisional topeng ireng sampai tarian lucu black dit dot memeriahkan acara penutup kali itu. Semoga mereka yang lulus atau salur tahun ini mendapatkan berbagai manfaat yang positif dan mampu diaktualisasikan dalam kehidupannya sehari-hari.      
     


Berita Lainnya