Berita

  • HALAL BIL HALAL KELUARGA BESAR BBRSBG DAN PARA PURNAKARYAWAN
    Wednesday, 05 July 2017

    Oleh Edhi Prabawa

    Acara Halal Bil Halal atau syawalan setelah bulan Ramadhan sudah menjadi tradisi dan rutinitas pada instansi-instansi pemerintah. Tidak terkecuali Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSSBG) Kartini Temanggung, yang menyelenggarakan acara halal bil halal pada hari ini. Seluruh pegawai, purnakaryawan, dan tamu undangan (antara lain dari PERWOSI dan BARESOS Penganthi Temanggung) hadir pada hari yang berbahagia ini.  Acara syawalan yang dikemas manis pada acara pembinan pegawai ini berlangsung meriah ini dimulai pada jam 10.00 WIB.

     


    Perwakilan purnakaryawan, Drs. Himatul Anwar,  menyampaikan rasa terima kasihnya karena masih diingat dan diundang pada acara semacam ini. Mereka bisa saling melepas kangen setelah sekian lama tidak berjumpa.

     

    Dalam sambutannya, Kepala BBRSBG, Dra. Murhardjani, MP, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para purnakaryawan yang telah berkenan hadir dalam acara ini. Mereka disebut namanya satu per satu. Ternyata, Bu Mur hapal. Beliau juga berjanji untuk mengundang mereka kembali tidak hanya pada acara halal bil halal tapi juga dalam acara lainnya seperti hari ulang tahun BBRSBG. Beliau merasa senang kala menyaksikan para purnakaryawan saling melepas kangen dan berjabat tangan saling memaafkan. Pada acara syawalan ini juga ada komitmen yang baru, sebagaimana ungkapan Ibu Menteri Sosial, bahwa jika hati sudah saling “nyekrup” akan timbul kerja sama yang baik dan saling mendukung dan tidak ada saling menyakiti.  Pada lembaga kita, hal itu bertujuan untuk menaikkan kualitas pelayanan ke PM (Penerima Manfaat – siswa). Pada kesempatan ini juga disampaikan bahwa di BBRSBG ada 31 tenaga kontrak yang harus diperhatikan juga nasibnya. Selanjutnya disampaikan bahwa saat ini sedang ada rapat dengar pendapat antara Kemensos RI dengan Komisi VIII DPR RI yang membahas RKA-KL 2018. Sedangkan dalam waktu dekat (11 Juli 2017) akan ada rapat dengar pendapat lagi dengan Komisi VIII DPR RI yang membahas mengenai APBN-P 2017. BBRSBG harus bersiap seandainya kita mendapatkan alokasi APBN-P 2017.

     

    Terakhir, disampaikan tentang adanya kesempatan bagi pekerja sosial untuk mengirim abstraksi tentang pekerjaan sosial  ke Social Work, Education And Social Development (SWSD) di Dublin, Irlandia secara online lewat situsnya di http://www.swsd2018.org/abstracts/ . Harapan Bu Mur, banyak dari pegawai  BBRSBG yang mengirimkan abstarksi. Siapa tahu, ada yang terpilih sehingga  berkesempatan untuk terbang ke Dublin, Irlandia.

    Acara puncak,  ialah tausiyah Syawalan oleh Dr. Probosuseno, SpPD, K-Ger, FINASIM, yang menyampaikan hikmat puasa Ramadhan. Ibarat alat, badan kita bisa karatan dan majal. Maka bulan Ramadhan bagaikan api yang bisa membakar karat dan membuat alat tersebut tajam kembali untuk manapaki hidup selanjutnya dengan lebih mudah dan ringan dibandingkan sebelum Ramadhan.

    Ibarat mobil, puasa Ramadhan ibarat proses servisnya. Setelah diservis, bagian-bagiannya juga akan menjadi bagus dan fit.

    1. Mesin mudah dinyalakan dan kuat untuk segera berangkat. Menjadi lebih mudah untuk mengerjakan kebaikan dan amal sholeh.
    2. Klakson: mudah dibunyikan : memberikan peringatan Berani agar tidak menabrak / menjadi rusak. Lebih tegas dalam saling menasehati dan mengingatkan dengan hikmah. 
    3. Bensin : menjadi lebih hemat. Semestinya, setelah Ramadhan konsumsi menjadi lebih hemat, karena misalnya cukup makan sehari 2 kali ternyata badan justru menjadi sehat.
    4. Lampu : menjadi lebih terang. Artinya dapat menjadi penerang bagi orang lain.
    5. AC menjadi lebih sejuk. Menjadi penyejuk bagi orang lain. Orang lain akan nyaman jika dekat di sampingnya.
    6. Rem menjadi lebih pakem, Lebih mampu mencegah perbuatan yang membawa keburukan dan dosa.
    7. Cat: fisik menjadi lebih cerah. Ibarat body mobil yang sudah dicat, setelah puasa wajah menjadi cerah dan bersih.

    Untuk menjadi orang yang baik, Pak Probo menyampaikan tipsnya yang disingkat menjadi kata B-B-B-B-A-I-K:

    B : Bermanfaat bagi orang lain. Sebagaimana Sabda Nabi, bahwa sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain.  
    B : Berubah dan mengubah: berubah menjadi lebih baik dan mengajak kepada kebaikan  
    B : Badan sehat dan jarang sakit. Tipsnya ialah makan makanan yang halal dan baik (kalau sudah berumur memperbanyak mengkonsumsi sayur dan buah, karena sayur akan menghilangkan radikal bebas), olah raga teratur (dalam sehari jalan kaki 2 x 15 menit atau 3 x 10 menit, tidur cukup (minimal 4 jam maksimal 10 jam nyenyak), mempunyai hobi yang bermanfaat dan murah, silaturahmi, menghindari stress. Adapun untuk menghilangkan stress bisa dengan menyanyi, membuat puisi, bermain, bahkan menangis atau mengumpat. Obat stress yang paling ampuh ialah menolong orang lain.  
    B :

    Beri contoh nyata

     
    A :

    Agamanya bagus

     
    I : Ilmu yang luas, tinggi dan bermanfaat
    K :
    Konsisten dalam hal melaksanakan BBBBAI di atas. Konsisten meliputi dua hal, yaitu  eksternal (misalnya mengerjakan sholat, zikir, puasa), sedangkan yang internal ialah kendali diri.
     

     


Berita Lainnya