Testimonial

  • Eko Adi Supriyanto
    Sunday, 21 March 2010

           Terlahir anak kedua dari pasangan bapak Soediyono, didesa Purbalingga Kidul kecamatan Purbalingga,  kabupaten Purbalingga.  Terlahir dengan kondisi mental yang kurang dibanding dengan anak lainnya yang normal membuat Eko Adi Supriyatno merasa minder dan rendah diri. Meskipun perkembangan fisik  tidak bermasalah namun perkembangan mental dan intelektualnya menemui hambatan. Dia tidak mampu untuk mengikuti pelajaran disekolah umum, karena kecerdasannya kurang. Kemampuan untuk menghapal dan menghitung tak seperti anak normal lainnya. Berkali-kali tidak naik kelas.  Keadaan itu berlangsung lama hingga akhirnya dia didaftarkan orang tuanya di sekolah luar biasa (SLB). Selama 6 tahun sekolah di SLB kemampuan intelektual, sosial dan vokasionalnya tidak terasah maksimal yang membuat harapan Eko Adi dan orang tuanya semakin memudar.
    Ditengah kegalauan hati tentang masa depannya, orang tuanya mendaftarkan dia di BBRSBG Kartini Temanggung, suatu lembaga yang memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang tunagrahita atau cacat mental. Tanggal 28 November 1995 akhirnya Eko Adi memulai pelayanan dan rehabilitasi sosial di Temanggung yang merupakan titik balik dari kehidupannya.
            Dia diberikan berbagai bimbingan baik sosial, mental, fisik dan vokasional yang sesuai dengan kemampuannya, oleh pihak BBRSBG. Selama itu Eko Adi tak pantang menyerah dan menjalani seluruh bimbingan dengan tekun, meskipun kadang kejenuhan  dan kelelahan menerpa diriya. Namun dia menyingkirkan jauh-jauh rasa itu dari benaknya, yang dia impikan dan inginkan adalah keberhasilan hidupnya. Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun telah berlalu akhirnya dia dievaluasi telah mampu dan siap untuk hidup bermasyarakat di lingkungannya. Bintang keberuntungan berpihak kepada Eko Adi, karena dia diterima sebagai karyawan di Rumah makan Adem Ayem Pringsurat Temanggung. Pihak perusahaan merasa puas dan cocok dengan pekerjaannya selama dia menjalani program Praktek Belajar Kerja di rumah makan tersebut.
            Dari tahun 2000 hingga sekarang ini Eko Adi masih rajin dan tekun menjalani pekerjaannya, yang mampu menghidupi dirinya dan membantu keluarganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat bapaknya sakit hingga meninggal yang membiayai adalah hasil dari tetesan keringat Eko Adi. Demikian pula saat adiknya menikah dan melahirkan, Eko Adi juga membantu menutupi kebutuhannya.
            Di akhir dari perjalanan hidupnya dia berkeinginan untuk membina suatu keluarga yang kecil dan bahagia. Demi mewujudkan harapannya, tak lelahnya dia bekerja dan berdoa agar segala mimpinya menjadi kenyataan. Dan, atas nama cinta pula kita doakan semoga mimpi itu akan hadir di kehidupannya. Teruslah bermimpi jangan ragu untuk meraihnya karena semua adalah anugerah Allah.



Testimonial Lainnya