Sejarah

Awal perintisan usaha pelayanan sosial bagi penyandang tuna grahita dimulai tanggal 15 September 1904 oleh keluarga Graafstal dengan nama "Zwakzinnigenzorg Temanggoeng". Pada tahun 1942 pengelolaan Zwakzinnigenzorg Temanggoeng diambil alih oleh Pemerintah Jepang di bawah Kedoe Shuu Naiseibu Roomuka Magelang dengan nama " Roemah Perawatan Anak Lembek Ingatan". Setelah proklamasi kemerdekaan RI, pada tahun 1945 usahanya diambil alih dan diteruskan oleh Pemerintah RI, diselenggarakan oleh Kantor Sosial Karisidenan Kedu dengan nama "Perawatan Orang Lembek Ingatan". Pada tahun 1950 namanya diganti menjadi "Panti Asuhan Lemah Ingatan". Pada tanggal 1 Januari 1956 Panti Asuhan Lemah Ingatan dialihkan tanggung jawabnya / statusnya ke Balai Penelitian dan Peninjauan Sosial (BPPS) Yogyakarta. Pengalihan tersebut berdasarkan pada SK. Menteri Sosial RI No. Sek. 10-24-43/3062 tanggal 19 Nopember 1955 dan namanya diganti menjadi "Panti Guna Wisma Darma". Sebagai konsekwensinya dari perubahan nama tersebut maka fungsinya juga semakin meningkat, yaitu sebagai prototipe panti asuhan. Pada tanggal 2 Oktober 1965, status dan fungsi ditingkatkan dan namanya diganti menjadi "Proyek Percontohan Rehabilitasi Penderita Cacat Mental". Mulai saat itu pelayanan dikembangkan dengan tujuan agar penyandang tuna grahita setelah selesai mengikuti program rehabilitasi dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna. Pada tahun 1975 perubahan kelembagaan terjadi lagi, Proyek Percontohan Rehabilitasi Penderita Cacat Mental diubah menjadi "Panti Penelitian Rehabilitasi Penderita Cacat Mental" dan ini merupakan Unit Pelaksana Teknis dari Badan Penelitian dan Pengembangan Sosial Departemen Sosial RI. Adapun tugas pokoknya adalah penelitian dan pengembangan dibidang rehabilitasi sosial penyandang tuna grahita. Pada tanggal 7 Maret 1983 dialihkan menjadi Unit Pelaksana Teknis dari Direktorat Jenderal Bina Rehabilitasi Sosial Departemen Sosial RI. dengan nama "Pusat Rehabilitasi Penyandang Cacat Mental" (Pusat RPCM). Pada tanggal 1 April 1994 Pusat RPCM diganti menjadi "Pusat Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (Pusat RSBG) "Kartini" Temanggung. Pada tahun 1999, dialihkan menjadi Unit Pelaksana Teknis dari Deputi II Bidang Pelayanan Rehabilitasi Sosial Badan Kesejahteraan Sosial Nasional (BKSN). Pada Agustus 2000 dialihkan lagi menjadi Unit Pelaksana Teknis dari Direktorat Jenderal Pelayanan Sosial Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial dan pada Agustus 2001 dialihkan lagi menjadi Unit Pelaksana Teknis dari Direktorat Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Departemen Sosial R.I. Pada tanggal 23 Juli 2003 nama Pusat Rehabilitasi Sosial Bina Grahita "Kartini" Temanggung diubah menjadi Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita "Kartini" Temanggung. Sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Sosial RI Nomor : 56/HUK/2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) "Kartini" Temanggung.